KONI Jember Perketat Seleksi Cabor Baru, Klaim Raih 162 Emas Porprov Bakal Divalidasi



JEMBER, Jurnal Jabar – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jember memperketat persyaratan bagi cabang olahraga (cabor) baru yang ingin bergabung sebagai anggota. Tidak cukup bermodal kepengurusan, setiap cabor harus membuktikan aktivitas pembinaan atlet dan kesiapan berkompetisi. Kebijakan ini diterapkan agar keberadaan cabor benar-benar memberikan kontribusi terhadap prestasi olahraga Jember, Minggu siang, di Hotel Fortuna, (25/10/2026).

Ketua KONI Jember Ervan menegaskan, proses penerimaan anggota baru harus didahului validasi kegiatan dan kesiapan atlet. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan cabor yang bergabung tidak sekadar menambah daftar keanggotaan, tetapi memiliki program pembinaan yang berjalan.

“Setiap cabor baru harus menunjukkan kegiatan awal, termasuk apakah atletnya sudah berlatih dan layak mengikuti pembinaan. Ketika diintegrasikan dalam pengukuhan, minimal sudah ada manfaat nyata bagi KONI dan prestasi olahraga Jember,” tegas Ervan.

Sejumlah cabor yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan di antaranya triathlon, hapkido, padel, trail run, hingga selancar ombak. Menurut Ervan, potensi tersebut dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan karakteristik dan aset geografis Kabupaten Jember.

KONI Jember mendorong cabor-cabor tersebut tidak hanya memenuhi persyaratan organisasi, tetapi juga aktif membangun pembinaan atlet. Dukungan berbagai pihak, termasuk media, dinilai penting untuk memperluas pengenalan olahraga sekaligus mendorong lahirnya prestasi baru.

Di sisi lain, KONI Jember juga menyoroti hasil pembinaan atlet dalam persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Sejak Maret hingga semester pertama, pembinaan dilakukan melalui pola desentralisasi dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ervan mengungkapkan, target awal perolehan medali emas pada tahun ini dipatok sebanyak 25 medali. Target tersebut disusun dengan mengacu pada capaian Porprov sebelumnya yang disebut mencapai 11 medali emas.

Namun, angka capaian yang kini disampaikan mencapai 162 medali emas. Lonjakan tersebut menjadi perhatian KONI untuk ditelaah lebih lanjut melalui proses penilaian dan pemeriksaan administrasi.

“Target awal kita hanya 25 medali emas, dengan mengacu pada capaian Porprov sebelumnya sebanyak 11 emas. Ternyata, capaian yang tercatat saat ini bisa menembus 162 medali emas,” ungkapnya.

Meski demikian, Ervan menegaskan, capaian tersebut belum berhenti pada angka yang dilaporkan. KONI akan melakukan asesmen dan validasi administratif secara mendalam, terutama menyangkut kategori usia atlet serta kesesuaian dengan ketentuan kompetisi.

Proses verifikasi itu menjadi penting untuk memastikan data prestasi dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, evaluasi pembinaan tidak hanya berorientasi pada jumlah medali, tetapi juga pada kepatuhan terhadap regulasi dan kualitas kompetisi.

KONI Jember berharap pengetatan keanggotaan dan evaluasi prestasi berjalan beriringan. Cabor baru dituntut membuktikan aktivitas pembinaan, sementara capaian atlet harus didukung data yang valid. Langkah tersebut diharapkan memperkuat tata kelola organisasi sekaligus menjaga kredibilitas prestasi olahraga Kabupaten Jember. ( Ischak )
Tags:
Share this Article on :

0 komentar

Leave a Reply