JEMBER - Jurnal Jabar - Pemkab Jember memberikan dukungan penuh terhadap program pembangunan Sekolah Rakyat (SR), yang merupakan program prioritas pendidikan yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin & kurang mampu, pada saat sidak proyek pembangunan di kawasan Jember Sport Garden (JSG) di Ajung, pada Kamis (09/07/2026).
Pemkab Jember bersama Pemerintah Pusat telah menyiapkan Sekolah Rakyat, dengan fasilias yang luar biasa, diantaranya : ada 1 laptop untuk 1 anak, makan gratis 3x sehari, ada snack 2x sehari, mirip dengan hotel & orang tuanya bila punya rumah tidak layak huni maka akan di bantu, Sekolah Rakyat ini mirip dengan Sekolah Nusantara, tapi bedanya SR ini diperuntukan untuk anak-anak yang kurang mampu, ujar Gus Fawait.
Fasilitasnya lengkap, mulai dari asrama, gedung pendidikan yang modern, lapangan basket, hingga lapangan sepak bola, semua disiapkan untuk menunjang kualitas pendidikan anak-anak, tambah Gus Fawait.
Menurut Gus Fawait, program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut menjadi langkah nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Konsepnya dinilai setara dengan sekolah-sekolah unggulan nasional, namun memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh layanan pendidikan terbaik secara gratis.
Sekolah Rakyat nantinya akan melayani jenjang SD, SMP, hingga SMA. Seluruh kebutuhan pendidikan peserta didik akan ditanggung negara, mulai dari biaya sekolah, seragam, perlengkapan belajar, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Gus Fawait memastikan Pemerintah Kabupaten Jember siap bersinergi dengan Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta seluruh pihak terkait agar pembangunan dan operasional Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai target, yakni mulai beroperasi pada akhir Juli mendatang.
Pada kesempatan itu, Gus Fawait juga menginstruksikan seluruh camat dan lurah di Kabupaten Jember untuk melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap anak-anak usia sekolah di wilayah masing-masing, bahwa tidak boleh ada lagi anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.
Saya sudah meminta seluruh camat dan lurah benar-benar mendata warganya. Jangan sampai masih ada anak yang tidak sekolah karena alasan biaya/alasan ekonomi. Kalau itu masih terjadi, maka camat dan lurah harus ikut bertanggung jawab, tegas Gus Fawait. (Ischak)

0 komentar